
Mapping Local Potential for Sustainable Entrepreneurship: A Case Study of Dogiyai Regency, Papua
SURAKARTA — Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan International Guest Lecture (IGL) #12 Tahun 2026 pada Selasa, 29 September 2026, secara daring melalui Zoom Meeting dengan diikuti oleh sekitar 300 peserta. Kegiatan bertema “Mapping Local Potential for Sustainable Entrepreneurship: A Case Study of Dogiyai Regency, Papua” ini menghadirkan K. Eng Go, MBA, dari Alirena Foundation, praktisi internasional yang berpengalaman di bidang teknologi semikonduktor, pengembangan bisnis, serta pemberdayaan pendidikan dan ekonomi masyarakat Papua.

Dalam pemaparannya, K. Eng Go memperkenalkan pendekatan Realitas, Imajinasi, dan Makna (RIM) sebagai bagian dari kerangka Strategic Management (Stratman) untuk mengidentifikasi potensi daerah dan merumuskan strategi pembangunan berbasis kondisi serta kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini menekankan pentingnya pemetaan realitas secara menyeluruh, pengembangan gagasan masa depan, serta analisis kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi yang diharapkan sebagai dasar penyusunan program pembangunan.
Melalui studi kasus Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, narasumber menjelaskan proses pemetaan yang melibatkan tiga pemuda asli daerah dalam mengidentifikasi kondisi 79 kampung berdasarkan data resmi pemerintah dan 91 kampung berdasarkan informasi masyarakat. Pemetaan dilakukan menggunakan empat kategori indikator utama, yaitu infrastruktur, sosial budaya, potensi ekonomi, dan sumber penghidupan masyarakat. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode indikator warna merah, kuning, dan hijau untuk menggambarkan kondisi, tantangan, serta potensi pengembangan setiap wilayah. Proses analisis dilanjutkan melalui pengelompokan wilayah (clustering) berdasarkan kesamaan karakteristik dan potensi lokal. Hasilnya, wilayah yang dipetakan dikelompokkan menjadi 25 klaster awal, kemudian dikonsolidasikan menjadi 12 klaster utama yang terbagi dalam tiga zona. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar penyusunan prioritas program pembangunan dan perencanaan alokasi sumber daya secara lebih terarah.


Selain memperkenalkan pendekatan pemetaan berbasis data, K. Eng Go juga menyoroti keterkaitan antara exact mathematics dan fuzzy mathematics dalam memahami kompleksitas permasalahan nyata. Perspektif ini menunjukkan bahwa matematika tidak hanya berperan dalam perhitungan numerik, tetapi juga dalam pengelompokan informasi, interpretasi kondisi yang beragam, serta pengambilan keputusan strategis. Integrasi pendekatan kuantitatif dengan pemahaman terhadap aset manusia, budaya, dan lingkungan menjadi landasan penting dalam pengembangan kewirausahaan dan pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan IGL #12 Tahun 2026, Program Studi Matematika FMIPA UNS berkomitmen memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan matematika, analisis data, dan pemodelan dalam penyelesaian permasalahan sosial ekonomi. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 10 (Reduced Inequalities), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).



