
Dosen Matematika FMIPA UNS Dukung Penguatan Numerasi melalui Pelatihan Guru SD dan SMP di Kabupaten Batang Hari
Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Sebelas Maret (UNS), turut mendukung penguatan numerasi di sekolah melalui keterlibatan dua dosennya dalam Pelatihan Guru Koordinator Numerasi Jenjang SD dan SMP. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Spekta Literasi Numerasi Kabupaten Batang Hari 2026 yang diikuti oleh guru koordinator numerasi jenjang SD dan SMP di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Dua dosen yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut ialah Yulia Indah Puspitasari, S.Si., M.Sc., dan Ade Susanti, S.Si., M.Si. Keduanya menyampaikan materi yang mencakup Strategi Menaklukkan Olimpiade Matematika, Penguatan Budaya Numerasi Sekolah, dan Kesiapan Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2027.


Pelatihan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan secara daring pada 3–5 Agustus 2026. Tahap kedua dilaksanakan secara luring pada 15–16 September 2026 di Gedung Pemuda Kabupaten Batang Hari. Rangkaian kegiatan ini menyediakan ruang bagi guru untuk memperluas pengetahuan tentang pembelajaran matematika dan perannya dalam pengembangan numerasi di sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari, Zulpadli, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan tersebut. Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari turut hadir dalam acara. Kehadiran para guru koordinator numerasi menjadi bagian penting dari kegiatan ini karena mereka memiliki peran dalam mendorong pelaksanaan program numerasi di sekolah masing-masing.


Materi Strategi Menaklukkan Olimpiade Matematika berfokus pada pengembangan kemampuan pemecahan masalah. Dalam konteks pembinaan olimpiade, siswa perlu memahami konsep, mengenali pola, menyusun langkah penyelesaian, dan memeriksa kembali jawabannya. Pemahaman terhadap pendekatan tersebut dapat membantu guru merancang pendampingan yang mendorong siswa untuk berpikir logis dan sistematis. Fokus berikutnya ialah Penguatan Budaya Numerasi Sekolah. Numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan konsep matematika untuk memahami informasi dan menyelesaikan persoalan dalam berbagai situasi. Karena itu, pengembangannya memerlukan kegiatan yang memberi kesempatan kepada siswa untuk membaca data, membandingkan besaran, menafsirkan tabel atau grafik, serta menjelaskan alasan di balik suatu keputusan.
Dalam hal ini, guru koordinator numerasi dapat berperan dalam menghubungkan program sekolah dengan praktik pembelajaran. Penguatan budaya numerasi dapat dimulai melalui kegiatan yang sesuai dengan jenjang dan kebutuhan siswa, kemudian dikembangkan secara bertahap. Peran guru juga penting untuk membantu siswa melihat hubungan antara materi matematika dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan turut mengangkat materi Kesiapan Menghadapi TKA 2027. Topik ini menjadi bagian dari pembekalan guru dalam mendampingi kesiapan akademik siswa. Penguatan pemahaman konsep, ketelitian membaca soal, dan kemampuan penalaran menjadi aspek yang relevan dalam proses pendampingan tersebut.
Ketiga fokus materi memiliki keterkaitan dalam pengembangan pembelajaran matematika. Pembinaan olimpiade memberi perhatian pada pemecahan masalah, budaya numerasi mendorong penerapan matematika dalam berbagai konteks, sedangkan kesiapan menghadapi asesmen memerlukan pemahaman dan penalaran yang terlatih. Guru dapat menggunakan ketiganya sebagai dasar untuk menyusun kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Keterlibatan Yulia Indah Puspitasari dan Ade Susanti dalam pelatihan ini menjadi bentuk kontribusi keilmuan Program Studi Matematika FMIPA UNS bagi penguatan kompetensi guru. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan antara perguruan tinggi dan guru dalam mendukung pembelajaran matematika di tingkat pendidikan dasar. Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat mengembangkan pembinaan matematika dan kegiatan numerasi di sekolah masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mendampingi siswa, memperkuat kerja sama antarguru, dan mendorong pelaksanaan program numerasi secara berkelanjutan.





