
Mahasiswa Hibah JARPAK Hadirkan Akuofarm, Inovasi Smart Farming Berbasis Akuaponik untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Perekonomian Desa Trangsan
Sukoharjo, 13 Juni 2026 — Mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret yang tergabung dalam kegiatan Hibah Pembelajaran Berdampak (Hibah JARPAK) berhasil menghadirkan program Akuofarm, inovasi smart farming berbasis akuaponik yang mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Trangsan melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang produktif dan berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan selama enam bulan, mulai Februari hingga Juni 2026 di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam mengembangkan pertanian modern berbasis IoT melalui sistem akuaponik terintegrasi antara budidaya keong sawah dan seledri. Sistem ini dirancang agar lebih efisien, produktif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi melalui optimalisasi lahan, pemanfaatan limbah organik, serta peningkatan pendapatan masyarakat.
Program ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Trangsan untuk kegiatan pertanian dan akuakultur produktif, serta masih terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi pertanian modern yang dapat meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Melalui program tersebut, tim Hibah JARPAK menghadirkan inovasi Akuofarm (Budidaya Seledri dan Keong Sawah Berbasis IoT Menggunakan Sistem Akuaponik). Sistem ini mengintegrasikan budidaya keong sawah di kolam dengan penanaman seledri pada instalasi akuaponik yang saling mendukung. Kotoran keong dimanfaatkan sebagai nutrisi alami bagi seledri, lalu akar seledri membantu menyaring air sebelum dialirkan kembali ke kolam. Sensor IoT digunakan untuk memantau kondisi air secara real-time seperti suhu dan TDS, sehingga gangguan budidaya dapat cepat diketahui dan risiko gagal panen dapat dikurangi.

Selain meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, Akuofarm turut mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif melalui sistem smart farming berbasis akuaponik dan IoT yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
Ketua tim program Hibah JARPAK, Chesya Cahyana, menjelaskan bahwa Akuofarm hadir sebagai solusi atas keterbatasan lahan pertanian sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan mandiri. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana yang mudah diterapkan, program ini diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Trangsan.
“Melalui Akuofarm, kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat untuk ketahanan pangan, tetapi juga mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui pemanfaatan lahan yang lebih produktif,” ujarnya.

Selama pelaksanaan program, tim juga melakukan sosialisasi dan demonstrasi sistem Akuofarm kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Trangsan dalam memanfaatkan lahan pekarangan melalui budidaya akuaponik berbasis IoT. Masyarakat tidak hanya dikenalkan pada teknik budidaya seledri dan keong sawah secara terintegrasi, tetapi juga penggunaan teknologi sederhana untuk memantau kondisi budidaya serta mengembangkan peluang usaha rumah tangga dari hasil panen yang bernilai jual.
Hasil pelaksanaan Akuofarm menunjukkan bahwa inovasi ini berhasil menghasilkan instalasi akuaponik berbasis IoT untuk budidaya seledri dan keong sawah yang dilengkapi sistem pemantauan kondisi air secara real-time. Selain menghasilkan panen seledri dan keong sawah yang higienis dan bernilai jual, program ini juga menghadirkan sarana pembelajaran bagi masyarakat dalam penerapan teknologi smart farming berbasis akuaponik dan IoT. Melalui sosialisasi, demonstrasi, dan pembagian hasil panen, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk mengembangkan budidaya akuaponik sebagai peluang usaha rumah tangga yang mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi desa.
Dosen pembimbing Hibah JARPAK, Bowo Winarno, S.Si., M.Kom., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab permasalahan di masyarakat.
“Program Akuofarm tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh mahasiswa, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat desa, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas lahan pekarangan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” jelasnya.
Program Akuofarm juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) dan SDG 2 (Zero Hunger), melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas pangan, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal desa dari hasil budidaya keong sawah dan seledri.
Masyarakat Desa Trangsan menyambut baik pelaksanaan program ini dan berharap Akuofarm dapat terus dikembangkan sebagai salah satu inovasi pertanian modern yang bermanfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat, Program Hibah JARPAK membuktikan bahwa inovasi berbasis teknologi dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan perekonomian desa, serta mendorong terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.



