
Mahasiswa Hibah JARPAK Matematika UNS Dorong Penguatan Usaha Tani BerasRojolele Delanggu melalui Edukasi Petani
Beras Rojolele Delanggu merupakan salah satu komoditas unggulan khas Kabupaten Klaten yang memiliki nilai ekonomi, budaya, dan sejarah bagi masyarakat. Selain dikenal karena kualitasnya, beras ini menjadi sumber mata pencaharian utama bagi banyak petani di Kecamatan Delanggu. Namun, di balik potensinya sebagai produk unggulan daerah, petani masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha tani.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan Tim Hibah JARPAK Mahasiswa Program Studi Matematika FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan petani di Kecamatan Delanggu, diketahui bahwa biaya produksi yang dikeluarkan cenderung lebih besar dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh dari hasil panen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan petani masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian dan solusi bersama.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan tersebut, Tim Hibah JARPAK Mahasiswa Matematika FMIPA UNS di bawah bimbingan Dr. Sutanto, S.Si., DEA. menyelenggarakan sosialisasi pada tanggal 22 Juni 2026 dengan judul “Penguatan Potensi Beras Rojolele Delanggu sebagai Produk Unggulan untuk Mendukung Kesejahteraan Petani.” Kegiatan ini diikuti oleh 30
petani dan bertujuan memberikan pemahaman mengenai kondisi ekonomi usaha tani serta pentingnya mengoptimalkan potensi Beras Rojolele Delanggu sebagai komoditas unggulan daerah.
Kegiatan menghadirkan Ahmad Maulana Bayu Aji, S.AB. sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai kondisi sektor pertanian saat ini, tantangan yang dihadapi petani, serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing Beras Rojolele Delanggu. Dalam pemaparannya, narasumber juga mengajak para petani untuk memahami pentingnya menjaga kualitas produk, memperkuat identitas Beras Rojolele Delanggu, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan pertanian.
Melalui kegiatan ini, para petani diajak untuk lebih memahami kondisi usaha tani yang mereka jalankan, termasuk tantangan yang memengaruhi tingkat pendapatan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga potensi Beras Rojolele Delanggu sebagai produk unggulan daerah sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani di masa mendatang.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan petani, serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui upaya pelestarian dan pengembangan komoditas pangan lokal secara berkelanjutan.



