
Sinergi KKN UNS dan Pemerintah Desa Waru untuk Mendorong Akses Pendidikan Tinggi melalui KIP Kuliah
SUKOHARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan Dosen Pendamping Lapangan Bapak Bowo Winarno, S.Si., M.Kom. yang bertempat di Desa Waru Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. KKN di Desa Waru bekerjasama dengan Grop Riset Kombinatorik Prodi Matematika FMIPA UNS. KKN telah sukses menggelar sosialisasi edukatif bertajuk “Meningkatkan Minat Studi Lanjut Remaja Menuju Generasi Emas” pada 8 Agustus 2026 di Pendopo Kelurahan Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menepis keraguan masyarakat terkait tingginya biaya kuliah sekaligus memotivasi remaja lulusan sekolah menengah agar memiliki keberanian serta kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Setelah melakukan wawancara dan observasi, diperoleh informasi sebanyak 20% atau 1 dari 5 remaja di Desa Waru lebih memilih untuk bekerja setelah lulus dari SMA/SMK. Kondisi ini menunjukkan bahwa belum seluruh masyarakat memutuskan untuk menempuh pendidikan tinggi karena persepsi yang menganggap biaya kuliah itu tinggi telah berakar di masyarakat sejak lama. Oleh karena itu, kegiatan mahasiswa KKN UNS hadir untuk memberikan pemahaman bahwa pendidikan tinggi merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Fokus utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi untuk mengenalkan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) sebagai bantuan pendidikan dari pemerintah. Remaja Desa Waru yang hadir dibekali informasi mengenai kriteria penerima, manfaat biaya studi, jaminan uang saku bulanan, hingga cara pendaftaran secara mandiri. Dengan dibukanya aksesibilitas informasi ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat mengenai kuliah itu mahal dan sulit dijangkau.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada remaja Desa Waru bahwa mereka tidak perlu merasa takut untuk memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ketika terdapat kendala biaya, masih ada berbagai alternatif bantuan pendidikan yang dapat dicari dan diusahakan,” ujar Cinta Tashya, mahasiswa KKN UNS yang menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan berdiskusi mengenai pendidikan tinggi. Peserta diajak untuk memiliki kesadaran mencari informasi secara mandiri mengenai berbagai peluang pendidikan dan dimotivasi untuk mulai mempersiapkan diri melalui pengenalan minat serta kemampuan diri dalam bidang akademik maupun non akademik. Dengan demikian, remaja diharapkan mampu melihat kuliah bukan hanya sebagai sesuatu yang sulit dijangkau, tetapi sebagai salah satu pilihan yang dapat dipersiapkan dan diperjuangkan.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDGs 4 dan SDGs 17 yang mengangkat persoalan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta sarana pelaksanaan dan penghidupan kembali kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNS untuk mendukung terciptanya generasi muda yang memiliki wawasan luas, motivasi belajar, serta keberanian dalam merencanakan masa depan menuju Generasi Indonesia Emas.



