
Inovasi Kompor Energi Alternatif “ECO BURN” Dorong Pemanfaatan Limbah Oli Bekas di Desa Trangsan
Sukoharjo – Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas usaha kecil dan bengkel yang cukup berkembang. Di sisi lain, masyarakat masih sangat bergantung pada bahan bakar konvensional seperti LPG untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Ketergantungan ini kerap menjadi persoalan ketika terjadi kenaikan harga maupun keterbatasan pasokan, sehingga diperlukan solusi energi alternatif yang lebih terjangkau dan mudah diakses.
Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Program WIBAWA UNS Tahun 2025 menghadirkan inovasi ECO BURN, sebuah kompor energi alternatif yang memanfaatkan limbah oli bekas sebagai bahan bakar. Inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi pemenuhan energi, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam mengurangi permasalahan limbah oli bekas yang berpotensi mencemari lingkungan.
ECO BURN dikembangkan secara bertahap, dimulai dari pembuatan prototipe untuk uji fungsi dan kelayakan. Setelah memperoleh pendanaan dan pendampingan dari Program WIBAWA UNS, kompor ini disempurnakan menjadi produk final dengan peningkatan pada desain, efisiensi pembakaran, serta aspek keamanan penggunaan.
Tim ECO BURN terdiri atas tujuh mahasiswa Program Studi Matematika dan satu mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, yaitu Arif Febrorianto Hidayat, Callista Zada Fernanda, Ferry Prabowo, Yuzril Mahendra Putra, Aprivia Puspa Lita Hidayat, dan Vildha Maya Sabila, dengan bimbingan dosen Bowo Winarno, S.Si., M.Kom.


Selain pengembangan produk, tim ECO BURN juga aktif melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi penggunaan kompor kepada masyarakat serta pelaku usaha kecil di Desa Trangsan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan energi alternatif sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.
Melalui inovasi ECO BURN, diharapkan masyarakat Desa Trangsan dan sekitarnya dapat memperoleh alternatif sumber energi yang lebih hemat dan berkelanjutan. Selain itu, inovasi ini juga mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna. Ke depan, ECO BURN diharapkan dapat dikembangkan secara lebih luas dan diadaptasi oleh masyarakat di wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa.



