
Dari Limbah Jadi Peluang: PELEPAHKOE, Olahan Pelepah Pisang Inovatif pada Program WIBAWA UNS 2025
Surakarta, 24 Desember 2025 – Indonesia memiliki potensi limbah pelepah pisang yang melimpah, namun selama ini pemanfaatannya masih sangat terbatas dan sering kali hanya menjadi tumpukan sampah pertanian. Menanggapi tantangan tersebut, PELEPAHKOE hadir sebagai inovasi kuliner yang mengolah pelepah pisang menjadi produk keripik renyah bernilai ekonomi tinggi.
PELEPAHKOE merupakan salah satu Program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) Universitas Sebelas Maret (UNS) 2025 yang dilaksanakan selama empat bulan. Program ini berfokus pada inovasi pengelolaan limbah pelepah menjadi produk bernilai ekonomi, guna melatih mahasiswa mengelola ekosistem bisnis secara langsung dari tahap produksi hingga pemasaran. Tim PELEPAHKOE terdiri dari 7 mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yaitu Embun Putri Hapsari, Fadila Yogi Syahidatun Wahidah, Cantika Yovitania Meiriska, Escamareta Rizky Indah Siwi, Laurensia Aninda Prajna Diva, Maysarah Intan Lestari, dan Nur Alifah Az-Zahra, dengan dosen pembimbing Bowo Winarno, S.Si., M.Kom.


Melalui program WIBAWA UNS 2025, tim PELEPAHKOE melakukan proses produksi mulai dari pengolahan bahan baku, pengeringan, pembentukan produk, hingga pengemasan. Produk pelepah pisang yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa biodegradable, aman digunakan, dan memiliki nilai estetika alami, sehingga mampu bersaing dengan produk berbahan plastik konvensional. Selain itu, tim PELEPAHKOE mendapatkan pendampingan intensif terkait manajemen usaha, strategi pemasaran, serta perhitungan biaya produksi. Pendampingan ini bertujuan membantu mahasiswa dalam mengembangkan inovasi produk berbasis pelepah pisang agar tidak hanya memiliki nilai unik, tetapi juga siap dipasarkan dan memiliki daya saing yang berkelanjutan di industri kuliner.
Seluruh hasil perjalanan pengembangan tersebut kemudian dipresentasikan dalam kegiatan Demo Day WIBAWA yang diselenggarakan pada tanggal 8-9 Desember 2025. Dalam kegiatan tersebut, tim PELEPAHKOE menampilkan secara langsung hasil inovasi produknya kepada para dosen pendamping, mentor, serta mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Selain memaparkan rencana pengembangan bisnis ke depan, tim juga melakukan penjualan langsung serta uji coba produk (food tasting) untuk mendapatkan validasi pasar secara real-time.



