
Optimalisasi Ampas Singkong sebagai Pakan Alternatif untuk Mendukung Peternakan Kambing di Desa Trangsan, Sukoharjo
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Grop Riset Combinatorial Mathematics Prodi Matematika FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan pemberdayaan peternak kambing di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, melalui program pemanfaatan limbah ampas singkong sebagai bahan pakan alternatif. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu masyarakat mengoptimalkan potensi sumber daya lokal, khususnya dalam mendukung pengembangan usaha peternakan kambing rakyat.
Kegiatan ini melibatkan 30 peternak kambing di Desa Trangsan. Program tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan ketersediaan pakan hijauan yang bersifat musiman. Ketergantungan terhadap hijauan dapat menjadi kendala bagi peternak ketika pasokan pakan mengalami penurunan. Di sisi lain, ampas singkong yang tersedia di lingkungan sekitar belum dimanfaatkan secara optimal, padahal bahan tersebut berpotensi diolah menjadi salah satu alternatif sumber pakan ternak.
Melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, pelatihan, dan praktik langsung, tim pengabdian memberikan pengetahuan kepada peternak mengenai potensi pemanfaatan ampas singkong sebagai bahan pakan. Kegiatan ini juga memperkenalkan prinsip pengolahan bahan pakan dan penyusunan pakan lengkap (Complete Feed) dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Pada sesi praktik, peternak mendapatkan pendampingan secara langsung mengenai tahapan pengolahan ampas singkong, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, hingga penyimpanan pakan. Peternak juga diperkenalkan dengan penerapan Complete Feed pada ternak kambing. Keterlibatan peserta dalam kegiatan praktik memberikan kesempatan bagi peternak untuk mengenal proses pengolahan pakan alternatif secara lebih aplikatif.
Selain pelatihan, tim pengabdian juga melakukan pendampingan untuk mengetahui penerapan hasil kegiatan dalam usaha peternakan. Pendampingan dilakukan melalui pengamatan dan diskusi bersama peternak mengenai proses pengolahan serta penggunaan pakan. Melalui kegiatan tersebut, tim dapat mengidentifikasi kendala yang dihadapi mitra dan kebutuhan pendampingan lanjutan dalam penerapan teknologi pengolahan pakan.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa ampas singkong yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal mulai digunakan dalam praktik pembuatan Complete Feed. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peternak dalam memanfaatkan hasil samping pertanian sebagai bahan pakan alternatif. Dengan demikian, program ini mendorong perubahan pola pemanfaatan sumber daya lokal, dari bahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi bahan yang memiliki potensi nilai guna bagi kegiatan peternakan.
Pemanfaatan ampas singkong juga memiliki keterkaitan dengan upaya pengelolaan limbah pertanian secara lebih bertanggung jawab. Bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan sektor peternakan melalui proses pengolahan yang sesuai. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Selain itu, pengembangan usaha peternakan berbasis sumber daya lokal berpotensi mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan.
Tim pengabdian berharap kegiatan ini dapat mendorong peternak untuk menerapkan teknologi pengolahan pakan secara mandiri dan berkelanjutan. Pemanfaatan ampas singkong diharapkan menjadi salah satu alternatif dalam mendukung penyediaan pakan, terutama ketika ketersediaan hijauan mengalami keterbatasan. Namun, dampak terhadap efisiensi biaya pakan dan peningkatan pendapatan peternak masih memerlukan evaluasi lebih lanjut melalui pencatatan penggunaan bahan pakan dan perbandingan biaya sebelum serta setelah penerapan.
Keberlanjutan program memerlukan kerja sama antara tim pengabdian, pemerintah desa, dan kelompok peternak. Pendampingan berkala diharapkan dapat membantu peternak mengatasi kendala teknis, meningkatkan konsistensi pengolahan pakan, serta memperkuat pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga mendorong penerapan pengetahuan dan teknologi dalam kegiatan peternakan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Universitas Sebelas Maret dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui optimalisasi pemanfaatan ampas singkong, program pengabdian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peternak kambing rakyat sekaligus mendorong pengelolaan hasil samping pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.





