
Mahasiswa KKN KEMITRAAN UNS dengan Riset Grop Combinatorial Mathematics Ajak Masyarakat Desa Trangsan Waspada Penipuan Digital di Era AI
Trangsan, 30 Januari 2026 – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, menggelar kegiatan edukasi literasi digital untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan digital di era perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Trangsan dan diikuti oleh masyarakat setempat.
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di sisi lain, kemajuan tersebut juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai bentuk penipuan digital. Oleh karena itu, melalui kegiatan edukasi ini mahasiswa KKN UNS berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai jenis penipuan yang sering terjadi di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan beberapa bentuk penipuan digital yang kerap menargetkan masyarakat, seperti penipuan melalui online shop palsu, phishing, penyalahgunaan kode One Time Password (OTP), hingga penipuan melalui pesan WhatsApp yang mengatasnamakan kerabat atau instansi tertentu. Modus-modus tersebut sering kali memanfaatkan kelengahan korban sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami cara mengenalinya sejak dini.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyalahgunaan teknologi AI yang mulai dimanfaatkan dalam praktik penipuan digital. Beberapa contoh yang diperkenalkan antara lain pembuatan video deepfake, manipulasi foto, serta penggunaan suara tiruan yang dibuat menyerupai seseorang untuk meyakinkan calon korban. Melalui penjelasan ini, masyarakat diajak untuk lebih kritis terhadap berbagai informasi digital yang diterima.


Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa KKN UNS menyampaikan edukasi dengan metode interaktif menggunakan bahasa yang sederhana serta menampilkan contoh konten palsu berbasis AI. Peserta juga diajak untuk mengikuti simulasi kasus penipuan digital yang sering terjadi, sehingga mereka dapat langsung mempraktikkan cara membedakan pesan asli dan pesan penipuan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga membagikan beberapa tips praktis kepada masyarakat, seperti tidak mudah membagikan data pribadi, tidak memberikan kode OTP kepada orang lain, serta selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima melalui pesan singkat maupun media sosial.

Kegiatan edukasi ini mendapat respon positif dari masyarakat Desa Trangsan. Para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi serta aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab mengenai pengalaman mereka terkait pesan mencurigakan yang pernah diterima.
Melalui kegiatan edukasi ini, Universitas Sebelas Maret kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan literasi digital. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Trangsan menjadi lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih bijak dan aman dalam memanfaatkan teknologi di era perkembangan Artificial Intelligence (AI).



