math

kemahasiswaan

Organisasi Mahasiswa

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 155/U/1998 tanggal 30 Juni 1998, tentang pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi, maka dibentuk organisasi di FMIPA UNS. Organisasi ini dibentuk atas dasar kesepakatan antar mahasiswa dalam bentuk Organisasi Intra Perguruan Tinggi di FMIPA yang terdiri dari :

  1. Dewan Mahasiswa sebagal Badan Legislatif disingkat DEMA
  2. Badan Eksekutif Mahasiswa, disingkat BEM
  3. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang terdiri dari
    1. Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika (HIMATIKA)
    2. Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika (HIMAFIS)
    3. Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia (HIMAMIA)
    4. Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi (HIMABIO)
    5. Entitas mahasiswa Ilmu Komputer (E-mailkomp)
    6. Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFARMA)
  4. Lembaga Semi Otonomi (LSO) yang koordinasinya dibawah BEM, terdiri dari :
    1. Syiar Kegiatan Islam (SKI)
    2. Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK)
    3. Kesatuan Mahasiswa Katolik (KMK)

Kepengurusan DEMA dan BEM dipilih oleh mahasiswa Fakultas, sedangkan kepengurusan HMJ dipilih oleh mahasiswa Jurusan dengan tata tertib pemilihan yang berlaku. Kepengurusan DEMA, BEM, dan HMJ sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris, dan Bendahara. Kepengurusan selama satu tahun dan khusus untuk Ketua Umum tidak dapat dipilih kembali pada kepengurusan periode berikutnya. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus DEMA dan BEM bertanggung jawab langsung kepada pimpinan Fakultas, sedangkan pengurus HMI bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan.

Organisasi Kemahasiswaan di tingkat Fakultas mempunyai fungsi sebagai sarana dan wadah :

  1. Perwakilan mahasiswa tingkat Fakultas untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa menetapkan garis-garis besar program dan kegiatan kemahasiswaan.
  2. Pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan.
  3. Komunikasi dengan mahasiswa, dosen, karyawan, serta pimpinan Fakultas maupun Jurusan.
  4. Pengembangan potensi jati diri mahasiswa sebagai insan akademis, calon ilmuwan dan intelektual yang berguna dimasa depan.
  5. Pengembangan pelatihan dan ketrampilan organisasi manajemen dan kepemimpinan mahasiswa.
  6. Pembinaan dan pembangunan kader-kader bangsa yang berpotensi dalam melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional.
  7. Untuk memelihara dan mengembangkan ilmu dan teknologi yang dilandasi oleh norma-norma agama, akademis, etika, moral, dan wawasan kebangsaan.
  8. Selanjutnya pola kebijakan kegiatan kemahasiswaan di tingkat Fakultas oleh DEMA sedangkan sera operasional dilaksanakan oleh BEM dan kegiatan kemahasiswaan yang besifat profesi (akademik) dilaksanakan oleh HMJ.